Namun, Climate People (sebutan untuk follower CPROCOM yang concern terhadap isu-isu perubahan iklim) tidak perlu khawatir, dengan dana yang terbatas dan perlengkapan yang sedehana, film dokumenter tetap dapat dibuat,walaupun hasilnya berbeda karena adanya keterbatasan. Tetapi dengan kekuatan ide, maka film itu akan tetap dapat menyampaikan pesan kepada penonton. Apabila ide tersebut baik, inovatif, dan berbeda, tentunya jalan akan terbuka lebar.

Menurut Iskandar, memiliki rasa cinta terhadap film merupakan hal wajib untuk mendatangkan ide. Dengan adanya rasa tersebut, sebagai pembuat film tidak akan pernah bosan menonton film dari genre yang disukai. Dari film yang ditonton itu akan datang dari dalam diri untuk melihat sisi lain dari cerita film tersebut, seperti teknik artistik dan struktur. Melalui film itu juga dapat dilihat celah mana yang belum diangkat.Iskandar memberi contoh, pada saat pembuatan film tentang masyarakat di Egiban, Sungai Utik, Kalimantan Barat, YIBB pergi ke sana. Walaupun sudah banyak rumah produksi yang mengambil masyarakat Egiban sebagai subjek dari film, namun YIBB mengambil angle yang berbeda. Angle berbeda ini didapatkan ketika banyak riset melalui film lain maupun mengamati aktivitas masyarakat tersbebut.

“Ide akan didapatkan ketika kita aware dan conscious atau educated. Kita akan tahu betul tentang subjek yang akan kita angkat, dan nantinya ide akan muncul ketika kita menemukan sesuatu yang belum diangkat,” tuturnya.

Iskandar melanjutkan bahwa kita harusaware dengan sekeliling kita. Bisa saja ide dari film ini berasal dari orang atau jejak karbon teman-teman kita sendiri.

Menjadi Champion Leader Melalui Cara Sederhana

Iskandar menegaskan bahwa kita membutuhkan 10 tahun lagi agar bisa mencapai suatu perubahan iklim yang irreversible. Apabila di tahun 2030 masih diam ditempat, maka krisis ini akan membahayakan kehidupan. Kita juga harus memastikan apa yang kita nikmati saat ini dapat dinikmati pula oleh generasi yang mendatang.

Melalui hal sederhana, Climate People dapat menjadi champion leader dengan mengajak orang melakukan seruan untuk iklim. Apabila melalui film dokumentasi, durasi bukanlah suatu masalah, yang penting strateginya. Sebisa mungkin elemen yang ingin dimunculkan ditampilkan, alur ceritanya jelas, karakternya terbentuk dengan kuat, begitu pula konflik dan pesan yang mau disampaikan.

“Krisis iklim ini berbahaya, namun mengkomunikasikan hal ini penting untuk dilakukan untuk meningkatkan kesadaran orang Indonesia,” pesan Iskandar bagi kaum milenial di penutup IG Live Bincang Bumi sore ini. (FAP/EB).


Sumber: https://www.instagram.com/tv/CHfNcQ7Dz1F/?utm_medium=copy_link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

WHATSAPP US whatsapp