Bogor, CPROCOM—Sudah lebih dari satu tahun pandemi Covid-19 membayangi Indonesia sehingga masyarakat harus beradaptasi dengan kegiatan yang serba daring. Tak terkecuali bagi Center for Public Relations, Outreach and Communication (CPROCOM). CPROCOM tidak berhenti untuk menjadi wadah bagi masyarakat Indonesia dalam mencari ilmu melalui pelatihan-pelatihan daring (online) seperti yang diselenggarakan hari Sabtu 12 Juni 2021 bertemakan Creative Communication Strategy. Pelatihan yang dibuka dan diselenggarakan setiap bulan ini menghadirkan tiga pakar komunikasi, yaitu Dr. Emilia Bassar, M.Si., IAPR (CEO CPROCOM dan Ahli Komunikasi), Herry Ginanjar, MBA (Stakeholder Management Expert), dan Faradila Astari, M.Si., IAPR (Ahli Strategi Komunikasi).

Sesi pertama tentang ‘Strategic Communications Plan and Situation Analysis’ disampaikan oleh Dr. Emilia Bassar atau biasa disapa Emil. Strategi komunikasi merupakan jembatan bagi analisis situasi dengan implementasinya, sehingga akan muncul suatu rancangan yang jelas tujuannya, sistematis, dan terukur. Emil mengatakan bahwa strategi komunikasi ini perlu disusun untuk memberikan panduan yang spesifik bagi suatu program komunikasi dan untuk memproyeksikan pesan-pesan yang akan disampaikan suatu organisasi atau perusahaan.

Strategi komunikasi memiliki beberapa proses, yaitu menentukan tujuan besar dari strategi komunikasi ini, kemudian mengumpulkan data dari berbagai sumber, melakukan analisis situasi, memetakan isu dan pemangku kepentingan, dan menyusun strategi komunikasi yang terukur. Setelah strategi komunikasi ini diimplementasikan, lalu dievaluasi pelaksanaan kegiatan komunikasinya. Ketika suatu strategi komunikasi disusun, maka strategi ini harus terkait dengan strategi organisasi, sejalan dengan visi dan misi organisasi, dan dapat mencapai tujuan organisasi.

Emilia Bassar menyampaikan materi ‘Strategic Communications Plan and Situation Analysis’ pada pelatihan daring Creative Communication Strategy yang diselenggarakan CPROCOM (12//06/2021).

Dalam mengumpulkan data untuk menyusun strategi komunikasi dapat menggunakan laporan tahunan organisasi, data hasil riset pihak ketiga, hasil pertemuan-pertemuan dengan stakeholder, dan lainnya. Kemudian goals dari penyusunan strategi komunikasi menggunakan SMART Goals, yaitu Specific (spesifik), Measurable (dapat terukur), Achievable (dapat dicapai), Relevant (relevan), Time-bound (secara jelas menyatakan jangka waktu pencapaian).

Analisis situasi dilakukan untuk memahami situasi lingkungan internal dan eksternal juga risiko dan peluang yang akan dihadapi. Analisis situasi mengidentifikasi kemampuan organisasi dari segi sumber daya manusia (SDM) dan dana yang tersedia, media yang akan digunakan, dan lainnya untuk memenuhi kebutuhan perencanaan komunikasi, serta mengidentifikasi kelemahan perencanaan. Pada umumnya, analisis situasi dilakukan dengan pendekatan PEST (Political, Economic, Social, Technological), PESTLE (Political, Economic, Social, Technological, Legal, Environmental), dan/atau SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

WHATSAPP US whatsapp