Menyambung sesi pertama, Herry Ginanjar, MBA menyampaikan materi tentang ‘Issue and Stakeholder Mapping’ yang juga merupakan formulasi dari strategi komunikasi. Herry mengatakan, dalam issue management, isu merupakan kejadian yang sifatnya potensial. Apabila tidak dapat ditangani, suatu isu akan menjadi suatu kasus, bahkan dapat menjadi krisis. Pada training ini, Herry menggunakan kompor sebagai analogi dari issue management. Kompor memiliki banyak potensi yang bisa mengakibatkan kebakaran, semakin jeli kita melihat potensi itu, semakin cepat kita mencegah tidak terjadinya suatu kasus, misal apakah selang gasnya bagus dan adakah kebocoran listrik. Apabila semua dirawat dengan baik, maka kompor ini tidak akan menyebabkan kasus kebakaran. Kebakaran yang tidak ditangani dengan cepat akan menyebabkan krisis berupa kebakaran rumah. Begitu pula isu di suatu perusahaan atau lembaga. Penanganan isu, kasus, dan krisis terletak pada tingkat darurat, metode, waktu, dan sumber daya.

Issue management adalah tindakan antisipasi supaya perusahaan bisa mendetect sedini mungkin dan meresponnya terhadap emerging trend. Seperti analogi kompor tersebut, kalau selang gas kompor sudah mulai bau, itu sudah menjadi isu, dan adanya perubahan seperti perubahan bau, warna, dan segala macam,” tutur Herry.

Isu tersebut dapat dikelola dengan cara mengidentifikasi isu, menganalisa dan memetakan prioritas isu, rencana mitigasi, rencana implementasi, eksekusi, dan closure. Isu dan stakeholders memiliki kaitan yang sangat erat. Stakeholder dalam suatu perusahaan bertujuan untuk membangun hubungan dan mendapatkan persepsi positif, baik itu dengan masyarakat maupun pemerintah. Proses pemilihan stakeholders diawali dengan pemetaan yang dilanjutkan dengan mengumpulkan informasi tentang stakeholders dan analisis stakeholders. Setelah pemetaan selesai dilakukan, hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah membuat rencana engagement untuk para stakeholder tersebut.

Menutup sesi kedua, Herry mengatakan bahwa di dalam suatu isu terdapat prioritas yang kemudian kita dapat merencanakannya untuk membuat strategi komunikasi. Melalui isu ini sudah diperlihatkan bahwa komunikasi yang dibangun untuk setiap stakeholders akan berbeda. Pemetaan isu dan stakeholders akan memudahkan perusahaan atau Lembaga untuk membuat strategi komunikasi.

Data yang diperoleh melalui riset, analisis situasi serta pemetaan isu dan stakeholders tersebut, kemudian digunakan untuk mengembangkan tujuan dan pesan kunci, menetapkan khalayak sasaran dan media yang akan digunakan, serta teknik pengukuran kegiatan komunikasinya. Hal tersebut dijelaskan oleh Fardila Astari, M.Si., IAPR, yang biasa disapa Dila, dalam materinya tentang ‘How to Develop SMART Objectives and Message’ dan ‘Communications Measurement based on AMEC Methodology’.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

WHATSAPP US whatsapp