Creative People, dalam menjalankan suatu bisnis, perlu dirancang sebuah strategi pemasaran untuk memancing audiens agar mereka mau membeli atau menggunakan produk yang ditawarkan. Tanpa adanya pemasaran yang efektif, peluang untuk dilirik oleh audiens akan kecil. Maka dari itu, strategi pemasaran yang tepat dan efektif perlu dilakukan untuk menciptakan bisnis jangka panjang. Salah satu strategi pemasaran yang dinilai efektif adalah Content Marketing atau Pemasaran Konten. Tentunya efektifitas dari content marketing ini juga bergantung pada strategi yang Creative People buat. Pada webinar pertama Ngobrol di CPROCOM, telah hadir tamu istimewa yang merupakan communication specialist di non-government organization Gajimu di Indonesia. Achdiyati Sumi Permatasari yang akrab dipanggil dengan nama Sumi merupakan copy writer dan content creator yang telah bergerak di dunia konten selama lebih dari 10 tahun. Sebelumnya, Sumi merupakan senior copy writer di Harian Kompas.

tujuan content marketing

Content marketing merupakan teknik marketing yang melibatkan pembuatan dan distribusi konten. Tujuan dari content marketing sendiri adalah perlahan mengubah audiens yang tadinya hanya pengunjung menjadi konsumen. Ada tiga hal yang perlu digarisbawahi dari konten yang dibuat, yaitu konten harus relevan denga apa yang kita miliki dan dengan produk apa yang ingin ditawarkan kepada masyarakat. Kedua, konten harus penting, dalam artian seberapa jauh produk atau diri kita mampu menjawab kebutuhan audiens. Terakhir adalah konsisten. Tiga hal ini dibutuhkan untuk menciptakan investasi jangka panjang. Content marketing ini penting sekali untuk menumbuhkan kepercayaan audiens terhadap produk yang kita punya. Ketika kepercayaan dari audiens sudah tumbuh, lambat laun mereka akan percaya untuk membeli produk kita dan diharapkan menjadi pelanggan yang berulang. Selain itu, seiring tumbuhnya kepercayaan audiens, maka brand awareness pun dapat meningkat. Hal in ipenting agar audiens selalu aware dengan brand yang kita punya. Selanjutnya, content marketing dapat meningkatkan traffic dan memperbaiki kualitas SEO (search engine optimization).

Content marketing juga tidak hanya terfokus dengan kontennya, tetapi juga bagaimana cara memberikan personal branding kita yang baik. Ketika membangun personal branding, penting untuk menemukan hal apa yang kita suka dan kelebihan kita ada di mana. Contohnya Evita, fashion blogger muda, dia memiliki kesukaan dalam match and making baju dan memiliki kemampuan berbahasa inggris. Sehingga dalam menulis blog, ia menggunakan Bahasa Inggris yang dapat menjangkau audiens mancanegara. Kemudian, jangan pernah pelit dalam memberikan informasi. Ketika kita menulis informasi lengkap, kualitas SEO akan menjadi lebih baik karena secara otomatis Google akan langsung mengarahkan ke blog kita ketika ada audiens yang mencari informasi tentang apa yang kita tulis. Dalam hal ini, untuk meningkatkan minat audiens, dapat pula dilakukan diferensiasi konten, sehingga konten yang kita buat tidak hanya berbentuk tulisan, tetapi juga dapat berbentuk visual grafis.

Penggunaan platform dan tools yang ada di media sosial juga dapat menentukan efektifitas marketing. Ketika kita memang untuk menjual, kita dapat memanfaatkan tools yang ditawarkan oleh platform media social seperti Instagram Ads, Facebook Ads, Google Ads, atau bahkan menggunakan Online Market. Namun ketika kita ingin meningkatkan brand awareness dan menjaga kepercayaan, kita dapat melakukan engagement dengan audiens melalui Instagram, Facebook, ataupun blog dengan cara menyajikan konten yang informatif tidak hanya soal menjual produk. Namun perlu juga diperhatikan audiens yang menjadi target kita kebanyakan menggunakan media social apa. Ketika memang audiens kita banyak menggunakan Facebook, maka akan lebih baik ketika kita lebih banyak fokus dalam meningkatkan kualitas konten kita di Facebook.

Trik Membuat Konten untuk Marketing

Konten yang dirancang untuk marketing harus disesuaikan dengan visi dan misi kita. Hal ini akan menjadi dasar dari konten yang ingin kita buat. Menurut teori  “The Content Inc Model” yang dibuat oleh Joe Pulizzi, terdapat enam langkah perencanaan konten.

  1. Sweet Spot

Langkah pertama ini cukup krusial karena kita harus menentukan menentukan subjek yang dapat diangkat menjadi konten. Contohnya adalah sayuran. Kita bisa mencari informasi apa yang dibutuhi oleh audiens mengenai sayuran ini kemudian barulah dapat disusun kontennya.

  1. Content Tilt

Content tilt di sini merupakan langkah kita untuk menemukan keunikan yang ada dari produk atau diri kita. Pertanyaan yang akan muncul adalah “apa yang membedakan produk kita dengan produk lainnya?”.

  1. Bulding the Base

Pada tahap ini, kita menentukan platform mana yang ingin digunakan sebagai alat marketing kita. Kita dapat mencari platform apa yang kira-kira sedang naik daun pada saat ini kemudian membuat konten sesuai karakteristik platformnya. Contohnya seperti Spotify, karena merupakan platform suara, kita dapat melakukan marketing dengan membuat podcast.

  1. Harvesting Audience

Langkah ini merupakan langkah yang memerlukan kesabaran dan konsisten. Karena tujuan dari marketing ini adalah menarik audiens, maka kita harus konsisten dan aktif. Ketika kita ingin istirahat, sebaiknya kita menginformasikan kepada audiens kita dalam kurun waktu beberapa lama kita akan beristirahat.

  1. Diversification

Langkah ini ketika kita sudah berhasil memiliki audiens yang setia mengikuti konten kita, sehingga konten kita banyak disebarluaskan oleh audiens.

  1. Monetization

Ini merupakan langkah terakhir ketika kita sudah aktif di salah satu platform. Contohnya di Google, ketika Google melihat blog aktif dan memiliki insight yang bagus, maka kita akan dapat tawaran untuk memasangkan iklan.

Melalui langkah tersebut, kita tidak hanya semata-mata menjual produk saja, tetapi juga memberikan informasi yang bermanfaat bagi khalayak luas. Content marketing ini bukan sekedar mengkampanyekan produk, bukan hanya sekedar mempromosikan personal brand kita. Akan tetapi content marketing adalah sebuah komitmen bagaimana kita dapat memupuk kepercayaan bagi audiens. Sehingga perlu adanya perubahan mindset bahwa content marketing tidak melulu jualan, bukan sesuatu hal yang bisa secara cepat menjual, namun adanya metode marketing ini untuk investasi jangka panjang. Dari yang awalnya hanya pengunjung, kemudian menjadi konsumen, dan kemudian menjadi konsumen setia. Bahkan ketika kepercayaan konsumen sudah terbentuk, secara tidak langsung akan terjadi promosi dari mulut ke mulut yang akan membantu proses pemasaran kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code